Tuesday, May 8, 2007

Static X - Cannibal


Sejak album Start A War (2005), gue belum pernah menikmati Static-X seperti gue menikmati album Cannibal ini. Pengusung apa yang dinamakan industrial metal, Static-X kembali menyajikan lagu-lagu metal yang danceable, apalagi karena ditimpali dengan beat dan sampel industrial membuat gue lebih setuju sama review Popmatters yang menyebut musik Static-X ini sebagai 'evil disco'. Cannibal mungkin album terbaik Static-X sejak debut mereka yang legendaris, Wisconsin Death Trip.

Yang membuat Static-X band metal yang menarik karena musik mereka yang tidak begitu mengikuti pakem metal. Vokal Wayne Static yang, berada di tengah-tengah antara growling dan screaming terasa penuh emosi. Meskipun terdengar sangar, kalau mau usaha dikit, kita masih bisa menangkap kata-kata yang ia nyanyikan. Seperti layaknya evil-disco style, suara gitar Koichi Fukuda tidak meraung-raung, tapi bergetar secara ritmis mengikuti beatnya. Dan kalau dengar beatnya, mesti gak percaya kalo drummernya, Nick Oshiro, adalah eks band Seether yang lagu ngetopnya di sini slow abis. Di sini dia bermain cepat dan disiplin menyajikan beat-beat monoton khas lagu dance, tapi bervariasi mengingatkan bahwa beatnya tidak diisi oleh sebuah drum machine.

Overall, meskipun bukan album yang sempurna, gue sangat menikmati album Cannibal ini. Cocok buat yang pengen denger lagu-lagu keras dan emosional tapi gak bikin sakit kepala atau menyeret-nyeret emosi. Recommended.

Favorite cuts: "Cannibal", "No Submission", "Cuts You Up", "Chroma Matic"

Ahmed's Influential Musician

1. Bob Marley
Bob Marley adalah salah satu artis yang berpengaruh pada gue secara ideologis dan musikal. Spirit dan soul-nya jelas tergambar dalam lirik-lirik lagunya yang banyak mengusung tema encouragement, kesetaraan, realitas sosial & politik, hingga cinta dan perdamaian. Melalui Bob Marley-lah gue mulai terpicu untuk memahami keterkaitan antara teks dan konteks dalam lagu: betapa melalui sebuah lagu gw bisa menemukan sebuah ideologi, belief, semangat ataupun worldview sang artis; baik itu tentang diri dan lingkungannya, ataupun tentang umat manusia secara keseluruhan...

All time favorite songs: "War", 'Stiff Necked Fools", "No Woman No Cry", "Redemption Song" and many more.
2.Pearl Jam
One of my biggest influence. Sejak denger "Daughter" gue langsung jatuh cinta pada vokal Eddie Vedder dan akhirnya (menurut Aas) menjadikan gue sebagai seorang Vedder-wanna-be. Tema-tema sosial dan problem psikologis manusia modern ditambah lirik yang agak-agak puitis dan misterius plus aktivitas politis anggota-anggotanya di luar panggung juga mendorong gue makin suka band ini dan...viola! I'm their biggest fan ever...

All time favorite songs: "Daughter", "Black", "Indifference", "Why Go", "Rearviewmirror", "Keep On Rockin' In The Free World" , "Better Man", "Smile", "Given To Fly" and many more.
3. Metallica
Gue kenal Metallica waktu gue "so much younger than today", tepatnya kelas 2 SMP. Sejak secara tidak sengaja gue dibeliin "Kill 'Em All' oleh kakak gw (atas rekomendasi teman-temannya), gue selalu koleksi album Mettallica (meski cuma sampe "Black Album"). Metallica inilah yang membuat gue suka musik cadas dan menjadi anti musik melankolis ataupun mboyish seperti Tommy Page atau NKOTB (huahahaha). Bagi gue Metalica adalah gerbang menuju musik-musik beraliran keras lain yang gue suka kemudian.

All time favorite songs: "One", "Four Horsemen", "Creeping Death", "Sad But True", 'Master Of Puppet", "Orion", "...And justice For All", "Nothing Else Matter", "Ride The Lightning", "To Live Is To Die", "Dyers Eve" and many more.
4. Rage Against The Machine (RATM)
One of the most agressive band in the world that I like!!! Dengan sound, beat, gaya mennyanyi dan lirik yang agresif dan tanpa tedeng aling-aling RATM gak susah buat gue jadiin salah satu band favorit. Sejak "Bombtrack" dan "Killing In The Name" yang sangat ear-catching gue nggak pernah kehilangan rasa suka pada RATM. Sampai mereka bubar dan membentuk Audioslave (minus Zack De La Rocha). Sepertinya RATM adalah band paling politis dan kritis yang gue tahu dan dengan cerdasnya bisa menyampaikan ide-ide perlawanan mereka itu lewat ramuan irama hip metal yang mereka usung.

All time favorite songs: "Bombtrack", "Wake Up", "Know Your Enemy", "Freedom", "Sleep Now In The Fire", "Guerrilla Radio", "Bulls On Parade", "Renegad The Funk" and many more.
5. Sting
Salah seorang musisi jenius yang visinya gue kagumi. Lewat Sting gue belajar untuk memperluas cara pandang gue terhadap musik. Eksplorasi Sting terhadap beragam genre, alat musik bahkan aransemen-aransemen baru benar-benar inspiratif dan membuat gue menjadi "sedikit dewasa" dalam menikmati musik.

All time favorite songs: "Englishman In New York", "Shape Of My Heart", "Fields Of Gold", "When We Dance", "Fragile", "Moon On The Bourbon Street" and many more.

To Be Continued...